Senin, 14 Desember 2009

Motivasi untuk Meraih Sesuatu

Motivasi Ekstrinsik dan Intrinsik

Motivasi ekstrinsik adalah melakukan seusatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan). Motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti imbalan dan hukuman. Misalnya murid mungkin belakar keras menghadapi ujian untuk mendapatkan nilai baik. Motivasi instrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan seusatu demi sesuatu itu sendiri(tujuan itu sendiri). Misalnya, murid mungkin belajar mengahadapi ujian karena dia senang pada mata pelajaran yang diujikan itu.

Determinasi diri dan pilihan personal
Salah satu pandangan tentang motivasi intrinsik menekankan pada satu determinasi diri. Dalam pandangan ini, murid ingin percaya bahwa mereka melakukan sesuatu karena kemauan sendiri, bukan karena kesuksesan atau imbalan eksternal. Para periset menemukan bahwa motivasi internal dan minat intrinsik dalam tugas sekolah naik apabila murid mempunyai pilihan dan peluang untuk mengambil tanggungjawab personal atas pembelajaran mereka (Grolnick dkk.,2002;Stipek,1996,2002). Misalnya dalam sebuah studi, murid sains di SMA yang diajak untuk mengorganisir sendiri ekspeimen mereka akan lebih perhatian dan berminat terhadap paktik laboratorium ketimbang murid yang diharuskan mengikuti instruksi dan aturan guru yang ketat (Rainey,1965). Imbalan Ekstrinsik dan Motivasi Instrinsik Imbalan dapat berguna untuk mengubah perilaku. Akan tetapi, dalam beebrapa situasi imbalan dan hadiah dapat melemahkan perilaku pembelajaran. Dua kegunaan hadiah di kelas adalah: sebagai insentif agar mau mengerjakan tugas, di mana tujuannya adalah mengontrol perilaku murid mengandung informasi tentang penguasaan keahlian. Untuk memahami perbedaan antara penggunaan imbalan untuk mengontrol perilaku murid dengan penggunaan imbalan untuk memberi informasi, perhatikan contoh berikut ini (Schunk,2000) : Seorang guru menggunakan sistem hadiah di mana semakin banyak tugas yang diselesaikan murid, semakin banyak pula poin yang mereka raih. Murid akan termotivasi untuk mengerjakan tugas guna memperoleh poin tersebut karena mereka diberi tahu bahwa poin itu dapat ditukar dengan hadiah privilese. Namun poin itu juga memberikan informasi tentang kemampuan mereka. Yakni, semakin besar poin mereka, semakin banyak tugas yang telah mereka selesaikan. saat mereka mengumpulkan poin, murid makin merasa kompeten. Sebaliknya, jika poin itu diberikan hanya untuk imbalan, maka tugas akan dianggap sebagai sarana untuk mencapai tujuan yang berupa hadiah itu. Dalam kasus ini, karena poin itu tidak menyampaikan informasi apa pun tentang kemampuan murid, maka murid kemungkinan akan menganggap imbalan atau hadiah sebagai pengontrol perilaku mereka.


Referensi :
Santock,J.W. (2008). Educational Psychology (3rd ed). New York : McGraw-Hill

Gambar diambil :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8XmkkU47w5etlTUBRFvWNhLbXPKJ4utOQWyMdGghA4rj2X2ozarZ3dGSFi3AxPTyd2eUdjWululRduvPXGpLFrCRpoz-3-6r1UXIbdUGDzCPeiBq6Wo_uPsi_WJZYne2PNtq9SOn_E5k/s400/sukses.jpg



Jumat, 11 Desember 2009

Teori Motivasi


Motivasi merupakan proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah, dan bertahan lama.

Maka dari itu hal tersebut merupakan salah satu tugas dari seorang guru untuk dapat memberikan motivasi (dorongan kepada muridnya agar dapat mencapai sesuatu sesuai dengan arahan yang diberikan).

Content theory berkaitan dengan beberapa nama seperti Maslow, Mc, Gregor, Herzberg, Atkinson dan McCelland.

.

1. Teori Hierarki Kebutuhan, menurut maslow didalam diri setiap manusia ada lima jenjang kebutuhan, yaitu:
- faal (fisiologis)
- Keamanan, keselamatan dan perlindungan
- Sosial, kasih sayang, rasa dimiliki
- Penghargaan, rasa hormat internal seperti harga diri, prestasi
- Aktualisasi-diri, dorongan untuk menjadi apa yang mampu ia menjadi.

Jadi jika seorang guru ingin memotivasi muridnya, menurut Maslow, guru perlu memahami sedang berada pada anak tangga manakah muridnya dan memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan itu atau kebutuhan dia atas tingkat itu.

2. Teori X dan Y , teori yang dikemukakan oleh Douglas McGregor yang menyatakan bahwa dua pandangan yang jelas berbeda mengenai manusia, pada dasarnya satu negative (teori X) yang mengandaikan bahwa kebutuhan order rendah mendominasi individu, dan yang lain positif (teori Y) bahwa kebutuhan order tinggi mendominasi individu.

3. Teori Motivasi – Higiene, dikemukakan oleh psikolog Frederick Herzberg, yang mengembangkan teori kepuasan yang disebut teori dua faktor tentang motivasi. Dua faktor itu dinamakan factor yang membuat orang merasa tidak puas atau faktor-faktor motivator iklim baik atau ekstrinsik-intrinsik tergantung dari orang yang membahas teori tersebut. Faktor-faktor dari rangkaian ini disebut pemuas atau motivator yang meliputi:
- prestasi (achievement)
- Pengakuan (recognition)
- Tanggung Jawab (responsibility)
- Kemajuan (advancement)
- Pekerjaan itu sendiri ( the work itself)
- Kemungkinan berkembang (the possibility of growth)

Jadi jika guru ingin memotivasi muridnya, maka guru tersebut harus dapat melihat faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik pada muridnya.
contoh : A tidak ingin belajar karena ia merasa belajar tidak ada manfaatnya. Guru harus memberikan motivasi berupa dorongan dengan meyakinkan anak tersebut jika ia belajar, maka ia akan mendapat pengakuan dari orangtua dan teman-temannya. Ia juga dapat berkembang menjadi orang yang sukses di kemudian hari.


4. Teori kebutuhan McClelland, teori ini memfokuskan pada tiga kebutuhan
- prestasi (achievement)
- Kekuasaan (power)
- Afiliasi (pertalian)

5. Teori Harapan – Victor Vroom, teori ini beragumen bahwa kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak dengan suatu cara tertentu bergantung pada kekuatan dari suatu pengharapan bahwa tindakan itu akan diikuti oleh suatu keluaran tertentu dan pada daya tarik dari keluaran tersebut bagi individu tersebut.

Teori pengharapan mengatakan seorang murid dimotivasi untuk mendapatkan nilai yang baik jika guru meyakini usaha akan mendapatkan suatu nilai yang baik, suatu nilai yang baik akan mendapatkan reward, seperti hadiah, prestasi, dan sebagainya.

6. Teori Keadilan, teori motivasi ini didasarkan pada asumsi bahwa orang-orang dimotivasi oleh keinginan untuk diperlakukan secara adil dalam pekerjaan, individu berprestasi untuk mendapat kan sesuatu.

7. Reinforcement theory, Teori ini tidak menggunakan konsep suatu motif atau proses motivasi. Sebaliknya teori ini menjelaskan bagaimana konsekuensi perilaku dimasa yang lalu mempengaruhi tindakan dimasa yang akan datang dalam proses pembelajaran.


Jenis-jenis Motivasi
Motivasi positif dan motivasi negatif, motivasi positif adalah proses untuk mencoba mempengaruhi orang lain agar menjalankan sesuatu yang kita inginkan dengan cara memberikan kemungkinan untuk mendapatkan hadiah.
Motivasi negatif adalah proses untuk mempengaruhi seseorang agar mau melakukan sesuatu yang kita inginkan tetapi teknik dasar yang digunakan adalah lewat kekuatan ketakutan.
Bukti yang paling dasar terhadap keberhasilan suatu bentuk motivasi adalah hasil yang diperoleh dari pelaksanaan suatu pekerjaan.


Referensi :
Santrock, J. W. (2008). Educational psychology (3rd ed.). New York: McGraw-Hill.

Swindells, J. (1988)
Residential Motivational Training (RMT) Programme, Centre for Operational Research and Evaluation, Department of Work and Income, Wellington.

Gambar diambil dari :

http://tutor2u.net/business/gcse/people_motivation_introduction_clip_image002.jpg

Meningkatkan Motivasi


"Belajar ketika orang lain tidur, bekerja ketika orang lain bermalasan, dan bermimpi ketika orang lain berharap ."
--William A. Ward




Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi. Motivasi juga susah untuk didapatkan jika tidak ada niat dari individu tersebut untuk meraih sesuatu. Nah, untuk itu saya ingin memberikan tips-tips meningkatkan motivasi belajar. Semoga bermanfaat untuk Anda! =)


Tips-tips meningkatkan motivasi belajar


Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun
gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik
dalam belajar.

Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya saya, saya yang
tadinya tidak peduli dengan penampilan (cuek), akhirnya dapat memperhatikan penampilan
saya karena saya sekarang bekerja sebagai SPG(Sales Promotion Girl) yang memang
pekerjaan ini mementingkan penampilan. Nah, saya yakin jika anak yang malas belajar jika
bergaul dengan anak yang rajin belajar maka akan kecipratan juga rajinnya.=)

• Belajar apapun
Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa
belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat
film, berwirausaha, dan lain lain-lainnya untuk mendapatkan sesuatu.

Saya akan memberikan contoh melalui tips ini. Coba deh, kalian ingat tentang Thomas
Alva Edison. Ia terkenal dengan penemuan lampunya, tetapi pasti ia harus belajar
untuk membuat lampu dan mendapat banyak rintangan untuk menemukan lampu.
Tapi, berkat usahanya sekarang ia menjadi orang terkenal di dunia.
Who doesn't know Thomas Alva Edison?

• Belajar dari internet

Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang
senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan
memotivasi diri. Sebagai contoh, saya membuat blog ini jadi banyak mendapat pengetahuan
tentang motivasi dan yang pasti jadi tahu cara membuat blog. Thanks, Bu Sotya! =)

• Bergaullah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran
positif

Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski memiliki masalah. Kita akan
tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang
atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.

• Cari motivator
Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup.
Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa
dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahakan atau memotivasi
Anda belajar dan meraih prestasi.

Kalau di atas saya sudah menjabarkan beberapa tips untuk meningkatkan motivasi belajar
oleh diri sendiri. Sekarang saya akan memberikan beberapa tips kepada guru untuk
meningkatkan motivasi belajar siswanya.


• Mcmbangkitkan semangat siswa
Dalam kegiatan pembelajaran, guru harus selalu peka terhadap perubahan kebutuhan
siswa. Oleh karena itu guru bisa menggunakan bcrbagai pcndckatan pembelajaran agar
siswa tidak menjadi bosan. Siswa dapat diajak bcrsama-sama memikirkan dan melakukan
proses pembelajaran yang telah direncanakan guru. Oleh karena itu penting pula bagi guru
untuk mengetahui keadaan awal para siswa.

Contohnya guru dapat memberikan praktikum pasa suatu pelajaran agar siswanya tidak
bosan dan semangat dalam mengikuti kegiatan belajar. Karena guru biasanya monoton
dalam memberikan materi dan mengakibatkan siswa mengantuk dan malas belajar.

• Memberikan harapan yang realistis

Guru tidak hanya harus menjelaskan harapan yang realistis yang dapat dicapai siswa
dengan keadaan perbedaan siswa-siswanya, tetapi juga harus dapat memodifikasi atau
merubah harapan-harapan yang tidak realistis yang dibebankan kepada siswa. Oleh
karena itu sebaiknya guru mempunyai data tentang kemajuan akademis siswanya sejak
awal sekolah. Kegagalan kegagalan di bidang apa saja yang sudah dialami siswanya,
sehingga guru dapat mengukur harapan yang realistis bagi siswanya. Jika siswa sudah
banyak mengalami kegagalan di masa lampaunya, sedapat mungkin guru harus bisa
memberikan keberhasilan pada siswa tersebut.

• Memberikan reward
Bila Siswa mencapai suatu prestasi , guru bisa memberikan insentif berupa penghargaan,
pujian, hadiah, atau kata-kata yg manis. Hal ini dapat memotivasi siswa untuk berusaha
mengulangi perbuatan yang positif tersebut.

• Memberi pengarahan
Guru juga semestinya harus mengatakan secara tegas kepada siswa apabila siswa berbuat
kekeliruan misalnya menunjukkan kekeliruan tersebut dan menunjukkan bagaimana
seharusnya siswa bertindak. Guru sebaiknya memberikan pengarahan kepada siswa yang
tidak mengerti dengan materi pelajaran.

referensi :http://riefqie-yupss.blogspot.com/2009/03/kebutuhan-anak-untuk-masuk-sekolah.html

Santrock, J. W. (2008). Children (10th ed.). New York: McGraw-Hill.


Gambar diambil :http://sangkudaapi.files.wordpress.com/2009/08/motivation1.jpg

Mempertahankan Motivasi yang Baik

Bagaimana Cara Mempertahankan Motivasi yang Baik?
Kembangkan Terus Tujuan Anda
Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana.

Tinggalkan Teman yang
Tidak Perlu
Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong Anda mencapai tujuan.

Hampiri Bayangan Ketakutan

Saat Anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut.


Ucapkan “Selamat Datang” pada Setiap Masalah

Jika Anda memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, Anda akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya, bila Anda selalu siap menghadapi setiap masalah, maka Anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan Anda.

Mulailah dengan Rasa Senang

Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup Anda.

Berlatih dengan Keras
Tidak ada yang tidak dapat Anda raih jika Anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih, semakin mudah pula mengatasi setiap kesulitan.



Hmmm...berikut ini adalah testimonial beberapa individu yang saya minta untuk melengkapi blog saya. Yang saya tanyakan kepada mereka adalah :
Bagaimana cara mempertahankan suatu motivasi yang baik?

Berikut adalah jawabannya :

  • Dengan tetap mengingatkan diri mengenai cita-cita dan impian di masa depan, keinginan untuk menyenangkan hati orang yang kita sayangi, dan menjadikan masa lalu dan kegagalan sebagai tolak ukur untuk memperoleh yang lebih baik (suzanne herman).
  • Mengetahui tujuan dari suatu pekerjaan, apa yg dikejar dari melakukan hal tersebut (marco hartono).
  • Fokus pada hasil yang ingin dituju dan juga memberikan suatu penghargaan bagi diri sendiri jika hasil yang diinginkan tercapai (desca visesa).
  • Disiplin dan motivasi diri, semua yang di lakukan dengan disiplin maka semua pun akan menjadi terbiasa, begitu juga motivasi, bila di lakukan dengan disiplin maka akan terjadi kebiasaan, dan membutuhkan motivasi diri yg kuat (michael).
  • Mempertahankanya dengan komitmen dan terus memotivasi diri. Belajar membangun cara pandang yg positif alias terus optimis walaupun mengalami kegagalan-kegagalan dan tekanan yg kadang bisa membuat mental kita jadi ciut (oktaviana esrani).
  • Memberikan reward pada diri sndri untuk mempertahankan m0tivasi (stevinia nataputra).
  • Selama stimulusnya terpelihara dengan baik maka motivasinya juga akan konstan (hadik lukimansah).
  • Motivasi yg baik hanya akan bertahan jika lahir dari dalam diri sndr dan terus didorong oleh lingkungan (bobby hartanto).
  • Selalu mengingat apa tujuan kita (andi wijaya).
  • Memiliki teman yang saling mendukung (sheilla dewi wardhani).
  • Mencoba membayangkan hal-hal baik yang saya dapatkan demi mendapat tujuan harus terus berusaha (yulya indah).

  • Pikirkan hal-hal baik yang akan diterima jika kita melakukan suatu hal, saat belajar jangan memikirkan capenya, tapi pikirin betapa akan membanggakannya jika nanti kita dapat nilai bagus, anggap aja hari itu adalah hari terakhir kita belajar. (willy)

  • Mempertahankan motivasi terutama motivasi internal, pertama kita harus suka hal yang bersangkutan, terus kita berminat di hal tersebut, nanti ditambah dengan motivasi eksternal, misalnya dengan ada pujian dari org lain tentang hal yg kita buat atau pelajari itu, maka motivasi bisa dipertahankan(chrisilya toeng).

Referensi : Gunawan, Adi.W.(2006). Kesalahan fatal dalam mengejar impian. Jakarta:PT.Gramedia Pustaka Utama.


Gambar diambil dari : http://lifeloveandlogic.files.wordpress.com/2008/04/motivate.png