Motivasi merupakan proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah, dan bertahan lama.
Maka dari itu hal tersebut merupakan salah satu tugas dari seorang guru untuk dapat memberikan motivasi (dorongan kepada muridnya agar dapat mencapai sesuatu sesuai dengan arahan yang diberikan).
Content theory berkaitan dengan beberapa nama seperti Maslow, Mc, Gregor, Herzberg, Atkinson dan McCelland.
. 
1. Teori Hierarki Kebutuhan, menurut maslow didalam diri setiap manusia ada lima jenjang kebutuhan, yaitu:
- faal (fisiologis)
- Keamanan, keselamatan dan perlindungan
- Sosial, kasih sayang, rasa dimiliki
- Penghargaan, rasa hormat internal seperti harga diri, prestasi
- Aktualisasi-diri, dorongan untuk menjadi apa yang mampu ia menjadi.
Jadi jika seorang guru ingin memotivasi muridnya, menurut Maslow, guru perlu memahami sedang berada pada anak tangga manakah muridnya dan memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan itu atau kebutuhan dia atas tingkat itu.
2. Teori X dan Y , teori yang dikemukakan oleh Douglas McGregor yang menyatakan bahwa dua pandangan yang jelas berbeda mengenai manusia, pada dasarnya satu negative (teori X) yang mengandaikan bahwa kebutuhan order rendah mendominasi individu, dan yang lain positif (teori Y) bahwa kebutuhan order tinggi mendominasi individu.
3. Teori Motivasi – Higiene, dikemukakan oleh psikolog Frederick Herzberg, yang mengembangkan teori kepuasan yang disebut teori dua faktor tentang motivasi. Dua faktor itu dinamakan factor yang membuat orang merasa tidak puas atau faktor-faktor motivator iklim baik atau ekstrinsik-intrinsik tergantung dari orang yang membahas teori tersebut. Faktor-faktor dari rangkaian ini disebut pemuas atau motivator yang meliputi:
- prestasi (achievement)
- Pengakuan (recognition)
- Tanggung Jawab (responsibility)
- Kemajuan (advancement)
- Pekerjaan itu sendiri ( the work itself)
- Kemungkinan berkembang (the possibility of growth)
Jadi jika guru ingin memotivasi muridnya, maka guru tersebut harus dapat melihat faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik pada muridnya.
contoh : A tidak ingin belajar karena ia merasa belajar tidak ada manfaatnya. Guru harus memberikan motivasi berupa dorongan dengan meyakinkan anak tersebut jika ia belajar, maka ia akan mendapat pengakuan dari orangtua dan teman-temannya. Ia juga dapat berkembang menjadi orang yang sukses di kemudian hari.
4. Teori kebutuhan McClelland, teori ini memfokuskan pada tiga kebutuhan
- prestasi (achievement)
- Kekuasaan (power)
- Afiliasi (pertalian)
5. Teori Harapan – Victor Vroom, teori ini beragumen bahwa kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak dengan suatu cara tertentu bergantung pada kekuatan dari suatu pengharapan bahwa tindakan itu akan diikuti oleh suatu keluaran tertentu dan pada daya tarik dari keluaran tersebut bagi individu tersebut.
Teori pengharapan mengatakan seorang murid dimotivasi untuk mendapatkan nilai yang baik jika guru meyakini usaha akan mendapatkan suatu nilai yang baik, suatu nilai yang baik akan mendapatkan reward, seperti hadiah, prestasi, dan sebagainya.
6. Teori Keadilan, teori motivasi ini didasarkan pada asumsi bahwa orang-orang dimotivasi oleh keinginan untuk diperlakukan secara adil dalam pekerjaan, individu berprestasi untuk mendapat
7. Reinforcement theory, Teori ini tidak menggunakan konsep suatu motif atau proses motivasi. Sebaliknya teori ini menjelaskan bagaimana konsekuensi perilaku dimasa yang lalu mempengaruhi tindakan dimasa yang akan datang dalam proses pembelajaran.
Jenis-jenis Motivasi
Motivasi positif dan motivasi negatif, motivasi positif adalah proses untuk mencoba mempengaruhi orang lain agar menjalankan sesuatu yang kita inginkan dengan cara memberikan kemungkinan untuk mendapatkan hadiah.
Motivasi negatif adalah proses untuk mempengaruhi seseorang agar mau melakukan sesuatu yang kita inginkan tetapi teknik dasar yang digunakan adalah lewat kekuatan ketakutan.
Bukti yang paling dasar terhadap keberhasilan suatu bentuk motivasi adalah hasil yang diperoleh dari pelaksanaan suatu pekerjaan.
Referensi :
Santrock, J. W. (2008). Educational psychology (3rd ed.). New York: McGraw-Hill.
Swindells, J. (1988) Residential Motivational Training (RMT) Programme, Centre for Operational Research and Evaluation, Department of Work and Income, Wellington.
Gambar diambil dari :
http://tutor2u.net/business/gcse/people_motivation_introduction_clip_image002.jpg


0 komentar:
Posting Komentar